Advertisement

Pellembangan Mamasa

Oeeeiiiiii pellembangan... 

Mataharimu setengah hati membakar kulit, 
Kabutmu setengah musim membungkus hari 
Hujanmu sepanjang hari tak mengenal musim, 
Nikmat kopimu sepanjang usia menemani hariku. 


Oeeeiiiiii pellembangan... 

Jerih hatiku saat menapaki halamanmu 
Menerabas gerbang keterasinganmu yang sunyi 
Kau terpinggirkan dari mesin-mesin pembangunan Entah karmamu, entah garis nasibmu… 
Engkau hanyalah sebuah titik samar di peta nusantara 

Oeeeiiiiii pellembangan... 

Galau pikiranku menyaksikan kemiskinanmu 
Kerjamu hanyalah mengais remah-remah dari santap malam para penguasa 
Kau sungguh rentan ditengah hiruk pikuk kepentingan 
Smoga anak cucumu tidak akan menjadi pewaris kegagalanmu 

Oeeeiiiiii pellembangan... 

Berdirilah di batas tepian cakrawala, 
Dimana angin membelai dingin merasuk hingga ke pembuluh darah, 
Hiruplah nafas alam pada puncak-puncak gunung di bentangan quarles, 
Pucuk-pucuk pinus, aroma rumput liarmu 
Merayu rinduku, Melaju anganku 
Di jalan bergelombang dan penuh lumpur…

Posting Komentar

0 Komentar